Behind the story about Hatiku Percaya (song by Edward chen)

edward chen

Melihatnya bersanding  di malam resepsi pernikahan (28 Juni 2008) bersama kekasih hati yang selama ini dimintanya dalam doa, merupakan sebuah kesaksian hidup atas perjalanan cinta dan kekuatan cinta mereka, dan juga campur tangan Tuhan di dalam hidup mereka. 5 Mei 2008 adalah saat bersejarah dimana mereka berdua mengikat janji sehidup semati, di hadapan Tuhan dan jemaatnya. Mereka adalah Edward Chen dan Agnes Prawoto.

Apa yang terjadi malam ini, dipernikahan mereka adalah perjalanan cinta yang cukup panjang dan penuh perjuangan, karena di dalamnya kekuatan dan ketulusan cinta mereka benar-benar diuji, bahwak selama mereka berjuang, air matalah yang paling banyak menghiasainya, tetapi bila melihat kebahagiaan mereka mala mini, semua yang telah mereka lalui terbayar lunas dan inilah puncak kemenangan cinta mereka, proklamir the powert of pure love dan God’s Grace.

Dari perjalanan cinta mereka yang berliku dan penuh air mata, Edward menciptakan sebuah lagu.  Lagu yang pada akhirnya menjadi berkat bagi siapa saja yang mendengarkan bukan pada keindahan syairnya atau merdu suara Edward, melainkan pada kepasrahan hati Edward saat benar-benar menyerahkan seluruh perjalanan cintanya ke tangan Tuhan. (Bahkan syair lagu ini sangat memberkati aku juga dan beberapa temanku, sampai-sampai kami menjadikan syair lagunya sebagai status di Facebook).

Sebenarnya bagi seorang Edward Chen, mendapatkan seorang gadis yang bisa dijadikan pacar bukanlah hal yang sulit, karena memang Edward memiliki daya tarik sebagi seorang laki-laki, wajah menawan, suara merdu, rajin melayani, ibarat kata Edward memiliki “modal” untuk menalukkan gadis-gadis. Tpai bagi Edward daya tarik fisik bukanlah hal yang akan dia gunakan untuk mendapatkan seorang gadis, karena Edward ingin kelak pasangannya adalah orang yang seiman, bisa mendukungnya, bisa bernyanyi dan kelak bisa menjadi partner yang tepat dalam rumah tangga maupun dalam pelayanan, dan untguk mendapatkan gadis seperti itu, Edward selalu berdoa minta pada Tuhan.

Pertama kali mengenal Agnes, Edward di kenalkan oleh kakak iparnya, awal mula bertemu, semua biasa-biasa saja itu pun mereka kenal di sebuah Salon, Sebulan kemudian mereka bertemu lagi, dan entah mengapa Edward terdorong untuk bisa lebih mengenal Agnes, denga berjalannya waktu bibit cinta di hati mereka tumbuh semakin subur, hingga Edward memutuskan untuk memperkenalkan Agnes ke orang tuanya, namun yang terjadi orang tua Agnes menentang hubungan mereka berdua, karena orang tua Edward berpendapat bahwa orang yang hidup di kota besar bulanlah orang yang bisa dipercaya mampu mempertahankan rumah tangga, dan orang tua Edward kuatir pernikahan mereka gak akan bertahan lama melainkan berakhir dengan perceraian. Edward berusaha jelaskan Agnes tak seperti itu, tetapi tetap saja orang tua Edward menentang. Edward sempat bertengkar dengan orang tuanya, ini kali pertama dia seperti itu, sebelumnya dia adalah anak yang taat dan patuh.

Singkat cerita keduanya akhirnya putus, Hal ini membuat mereka berdua tenggelam dalam kesedihan, walaupun masih sering melayani tetapi tetap saja kesedihan itu selalu mengikuti. Tiap hari mereka berdua berdoa agar cinta mereka mendapat restu dari orang tua. Di saat down seperti ini, lagu indah pada waktunya merupakan obat penghibur dan penguat, Edward percaya bahwa segala sesuatu indah pada waktunya, namun saat ini dia harus melintasi yang namanya lembah penantian dan airmata.

Hingga pada suatu hari saat sedang bermain keyboard dan sedang dalam kondisi penyembahan, terlintas sebuah bait lagu

Saat ku tak melihat jalanMu..
saatku tak mengerti rencanaMu…
namun tetap ku pegang janjiMu…..
pengharapanku hanya padaMu……”

Edward menangis mendengarkannya, kata-kata ini lahir dari hati yang tulus namun sebenarnya mengandung makna putus asa, gak ada harapan, gak ada yang mau mendukung cinta mereka, namun di sini Edward belajar untuk percaya, pegang janji Tuhan, maka lahirlah bagian refrain.

“Hatiku percaya .., hatiku percaya …
hatiku percaya …., slalu ku percaya.”

“Lord I will trust in You …, Lord I will trust in You,
Lord i will trust in You …, my heart will trust in You”

Sempat bagian reefnya mau diganti karena terlalu sederhana saat mau dimasukan ke album Adore, tetapi Edward diingatkan bahwa ini adalah isi hatimu yang paling jujur dan yang paling dalam

Dan setelah penyerahan total Edward kepada Tuhan tentang kisah cintanya dengan Agnes, Tuhan pun turun tangan, dan mujizat terjadi, orang tua Edward akhirnya melunakan hatinya untuk menerima Agnes ketika dilihatnya hari-hari Edward selama berada di Sumba penuh dengan kesedihan. Orang tua Edward menelpon keluarga Agnes dan meminta Agnes untuk bisa menerima Edward kembali, padahal di sisi lain keluarga Agnes dengan keluarga cowok yang dijodohkan ke Agnes hubungannya makin dekat. Tetapi jika Tuhan sudah turun tangan maka tak ada yang bisa menghalangi, bahkan bukan Cuma itu, pernikahan merekapun berlangsung di tanah Kana dimana tempat mujizat pertama yang dilakukan Yesus.

Bahkan saat ini kedua orang tua Edward semakin mengasihi Agnes dan merekapun teklah dikaruniai anak yang diberinama JUSTIN FAITH CHEN (Just In Faith) Hanya di dalam Iman.

Kita bisa karena kita percaya, dan saat kita percaya mujizat pasti terjadi, apa yang tak mungkin bagi manusia adalah mungkin di mata Tuhan, tunggu waktu terindah Tuhan, dan lihatlah betapa baiknya Tuhan, dan betapa perkasanya Tuhan membuat kebahagiaan dalam hati orang yang percaya dan berpengharapan teguh padanya.

(thanks to Julita Manik atas ceritanya yang sangat memberkati)

Tertarik dengan artikel Behind the story about Hatiku Percaya (song by Edward chen)? Sempatkan waktu Anda untuk berlangganan via e-mail dan menerima update tentang artikel menarik lainnya :

Privasi dijamin. E-mail Anda tidak akan dipublish.

Baca juga artikel lainnya :
Kata kunci untuk artikel ini » kesaksian edward chen, asal edward chen, kesaksian edward chen dan agnes | Rating : 4 You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Behind the story about Hatiku Percaya (song by Edward chen)”

  1. marin says:

    wowww critanya romantisss :3

Leave a Reply

Seluruh materi dari Behind the story about Hatiku Percaya (song by Edward chen) boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk menjadi berkat bagi semua orang, dengan syarat mencantumkan sumbernya (www.kerangrebus.com). Terimakasih.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More