Cinta yang membawamu kembali

Cintakan membawamu, kembali di sini
Menuai Rindu, membasuh perih

Saat ini, aku merasakan kebahagiaan yang luar biasa, seperti pelangi yang muncul setelah hujan berakhir. Kadang aku merasa ini hanya mimpi, tapi ketika kucubit lenganku terasa sakit, ini bukan mimpi, ini kenyataan, sebuah kenyataan yang selalu aku impikan selama ini.

Jika mengingat kembali apa yang telah terjadi, aku bersyukur pada Tuhan, bahwa aku akhirnya bisa melewati itu semua, walau harus kuakui itu bukan hal yang mudah, beraaaat, sangat berat…. bahkan aku hampir putus asa dan memutuskan untuk menyerah, tetapi saat aku berada dalam keadaan tak berdaya, aku selalu diingatkan oleh nasehat orang bijak “Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya….” Semangatku kembali bangkit, karena aku yakin saat ku tak berdaya aku tak kan dibiarkan tergeletak, saat ku lemah aku tak akan dibiarkan melangkah sendiri.

Kisahnya seperti ini :
Beberapa waktu yang lalu keluargaku mendapat teguran dari TUhan, aku gak mau bilang ini sebagai musibah atau ujian, karena aku tahu apa yang dilakukan keluargaku saat itu memang salah, makanya walau saat itu kami bergelimang harta, tapi hidup kami tidak tentram, tidak bahagia, kami selalu bersembunyi dibalik uang, kami selalu beranggapan bila uang kami banyak, maka kami bisa membeli semuanya termasuk kebahagiaan dan kesejahteraan, tetapi ternyata semua itu boong, semua itu semu. Benar kami mampu membeli barang-barang yang kami kira bisa membuat kami bahagia, tapi kami tak bisa membohongi hati kami bahwa kami merasakan kehampaan.

Saat itu aku sempat curhat kepada sahabat-sahabatku bahwa aku tak ingin hidup seperti ini, aku ingin merasakan kebahagiaan yang sebenar-benarnya. Salah satu sahabatku bilang, untuk semua kesalahan yang pernah terjadi, bila kamu ingin adanya perubahan dan pembaharuan, maka kamu harus membayar harga, kamu harus berani melepas apa yang bukan dari Tuhan.

Awalnya aku merasa beraaat karena terlalu banyak materi yang aku punya, aku tahu apa yang aku miliki saat itu sebagian besar memang bukan dari Tuhan, tapi untuk melepaskannya aku merasa tak sanggup, gimana nanti kehidupanku, biayanya dapat dari mana, gimana memenuhi semuanya??? Makin dipikir makin membuat aku tertekan, tapi di sisi lain hatiku, aku ingin mereasakan kebahagiaan itu. Setiap hari aku bergumul akan hal ini, sampai akhirnya aku memutuskan, aku ingin bahagia, aku ingin melepaskan apa yang bukan dari Tuhan, aku ingin membuang hambatan yang membuatku dan keluargaku tak bahagia.

Tak lama setelah aku memutuskan hal itu, teguran Tuhan mulai menimpa keluargaku, tiba-tiba saja suamiku diambil paksa untuk menjalani pendidikan, aku sedih tapi aku berfikir sehat, memang sudah seharusnya dia mendapatkan pendidikan itu, namun bukan berarti aku langsung bisa bernafas lega, karena ternyata aku harus dihadapkan pada kenyataan bahwa suamiku memiliki cinta yang lain, hatiku hancur, karena selama aku menjenguk suamiku, aku harus menguatkan hati melihat adegan mesra mereka, tapi aku selalu kuatkan hatiku, karena dia adalah suamiku, seseorang yang aku pilih dari sekian lelaki yang lain. Setiap malam aku berdoa minta pada Tuhan agar suamiku tetap melekat padaku, bahwa suami akan selalu mencintaiku, tapi setiap kali kembali aku menjenguk suamiku, lagi-lagi aku harus melihat adegan mesra itu, hatiku panas, hatiku terluka, kadang aku berfikir ingin menyingkirkan dia dari hidup suami, tapi kulihat suamiku bukannya mengerti perasaanku malah makin menjadi-jadi kelakuannya, kalo gak ingat anak di rumah ingin rasanya aku pergi jauh-jauh.

Selama menjalani hidup yang mulai menekan ini, dimana kebutuhan makin meningkat, Tuhan memberiku hikmat untuk memulai usaha, perlahan-lahan aku mulai menjalaninya, walau aku sadar tak mudah, tapi aku tak akan menyerah, karena aku harus bertangungjawab terhadap anak-anakku. Perlahan usahaku mulai membuahkan hasil, aku bisa memenuhi kebutuhan hidup aku dan anak-anak, aku bersyukur akan hal itu, dan aku yakin itu semua adalah berkat Tuhan, bukti pemeliharaan Tuhan.

Akhirnya doa yang tiap malam aku naikkan dengan cucuran airmata terjawab sudah, suamiku mulai membaca kitab suci, dan mulai meninggalkan selingkuhannya, rasanya aku tak percaya semua ini terjadi, kalau bukan karena pertolongan Tuhan tak mungkin bisa terjadi, aku sendiri juga tak tahu sejak kapan suamiku membawa kitab suci ke dalam tempat pendidikannya?? tapi yang kupercaya ini semua ada dalam tangan Tuhan, ada dalam rencana Tuhan.

Saat ini suamiku telah menyelesaikan pendidikannya, dan kami berkumpul kembali di dalam rumah, dan yang paling mengejutkan sikap, karakter, perbuatan suamiku berubah, dia menjadi pribadi yang lembut, dan penuh cinta, bahkan dari hari ke hari cintanya padaku semakin besar. Aku yakin ini semua adalah perbuatan TUhan untukku dan keluargaku. Setiap tetes airmata diubah-Nya menjadi kristal-kristal kebahagiaan yang sangat indah dan berharga.

Kesabaran, ketabahan, penyerahan diri total kepada Tuhan, pengampunan, cinta, telah membawa suamiku kembali dalam pelukanku, dan aku tak akan lagi mengingat-ingat semua kesalahan yang pernah terjadi, bagiku masa lalu sudah berlalu, yang sekarang harus kami hadapi adalah hari ini dan masa depan, dan aku yakin ke depannya keluarga kami akan lebih lagi berteluk dihadapan Tuhan, karena tangan Tuhan, cinta Tuhan begitu dasyat bekerja dalam kehidupanku dan keluargaku.

Buat suamiku tercinta, apapun yang telah terjadi, pahit manis yang telah kita lewati, itu takkan mengurangi cintaku padamu, di mataku kau tetap lelaki terhebat dan pilihan hatiku, dan aku yakin aku tak salah memilihmu, sekalipun sebelumnya terlalu banyak air mata untuk mempertahankanmu, tetapi sekarang dan ke depannya kuyakin kebahagiaanlah yang akan selalu mengiringi cinta kita sampai nanti kita kembali pada Tuhan.

Tertarik dengan artikel Cinta yang membawamu kembali? Sempatkan waktu Anda untuk berlangganan via e-mail dan menerima update tentang artikel menarik lainnya :

Privasi dijamin. E-mail Anda tidak akan dipublish.

Baca juga artikel lainnya :
| Rating : 5 You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Seluruh materi dari Cinta yang membawamu kembali boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk menjadi berkat bagi semua orang, dengan syarat mencantumkan sumbernya (www.kerangrebus.com). Terimakasih.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More