Antara Dion, Sarah dan Jingga part V (tamat)

Kurang lebih tiga hari Sarah tenggelam dalam sedihnya, dan pagi ini Sarah bertekat untuk melupakan semua kepahitan dan memulai membuka persahabatan dengan lelaki manapun, hal yang dulunya tak pernah dia lakukan, karena menjaga perasaan Dion, tetapi ternyata Dion malam meninggalkannya, dan sekarang semua kenangan tentang Dion akan dikuburkannya dalam-dalam bersama mentari pagi yang bersinar.

Sementara itu, hubungan Dion dan Jingga semakin lengket, seperti kembar siam saja tak bisa terpisah jauh, sampai suatu hari ada pertukaran karyawan dari cabang lain (di perusahaanku sering seperti itu, tujuannya adalah untuk evaluasi kerja perusahaan dan melihat kinerja tiap-tiap cabang). Namanya Dewa, sosoknya berwibawa, berbadan atletik, dengan senyum tipis yang selalu menghiasi bibirnya, gadis manapun yang melihatnya pasti tergoda, dan ternyata Jinggapun mengalami hal yang sama, apalagi ada berita Dewa belum menikah. Awalnya Dion tak terlalu memusingkan hal ini, karena dipikir Dion, Jingga hanya berusaha ramah pada karyawan baru saja, tetapi semakin diperhatikan Jingga suka curi-curi pandang ke arah Dewa, dan kadang nampak cemberut saat ada karyawati yang berada di dekat Dewa. Dan hal itu cukup meresahkan Dion
“Ga, dari tadi kamu perhatikan pak Dewa terus.” sahut Dion
“Ah enggak kok Dion, aku hanya senang melihat ke arah sana saja.” sahut Jingga menutupi perbuatannya
“Jingga, apa aku kurang menarik yah, sehingga kamu lebih suka melirik ke sana.”
“Enggak kok Dion, kamu menarik, tapi gak papa kan kalo aku lagi senang melihat ke arah sana.”
“Ah kamu memang berubah sejak hadirnya pak Dewa.”
“Dion…!!! apa-apaan ini, kecemburuanmu sudah keterlaluan.” sahut Jingga sambil beranjak pergi meninggalkan Dion.
“Jingga,tunggu sebentar, maafin aku yah.”
“Baiklah, hanya untuk kali ini saja aku maafin sikap kamu yang seperti tadi.”
Sebenarnya Jingga sudah jenuh dengan semua yang dilakukan Dion, dan ternyata setelah menjalin kasih dengan Dion, Jingga tidak menemukan sosok lelaki yang dia harapkan, dan semua itu berbeda sejak hadirnya Dewa. Pesona Dewa telah menarik perhatian Jingga, memang Jingga akui dia mudah sekali terpesona dengan lelaki ideal yang ada dalam pemikirannya (menurut pikiran dia), makanya sejak itulah Jingga suka sekali memperhatikan Dewa, hampir semua yang ada pada Dewa terlihat sempurna dan pas. Kadang Jingga berfikir andai Dewa bisa menjadi kekasihnya.

“Ris, kayaknya Jingga sekarang berubah banget padaku.”
“Berubah bagaimana, bukankah kalian sering jalan berdua?”
“Iya Ris, walau kita sering jalan berdua tapi aku merasa hatinya tak ada di situ.”
“Kok kamu bisa berfikiran seperti itu sih?”
“Iya soalnya dia memang berubah sejak hadirnya Dewa.”
“Oh, jadi kamu menduga Jingga suka sama Dewa?”
“Kayaknya seperti itu, soalnya aku sering sekali memperhatikan Jingga saat dia melirik ke arah Dewa, kalau kutanyakan itu Jingga suka ngeles dan kemudian marah-marah, aku jadi serba salah, dia berbeda banget dengan Sarah yang selalu bersikap lembut padaku.”
“Hm….mulai merasa kehilangan Sarah yah?”
“Ris, aku benar-benar menyesal sekarang memutuskan Sarah.”
“Aku gak bisa komentar apa-apa sekarang, kamu yang jalani semua.”
“Ah Ris, andai waktu bisa diputar kembali, aku tak akan melakukan kesalahan seperti sekarang ini.”
“Dion, waktu gak bisa diulang lagi, apa yang sudah terjadi yah terjadi, coba saja kamu kontak Sarah dan mohon maaf sapa tahu masih ada kesempatan.”
“Iya, kamu benar juga, aku coba yah hubungi dia.”

Malam itu
“Malam Sarah, apa kabarmu?” tanya Dion
“Malam juga, ini Dion yah?” tanya Sarah
“Iya Sar, kok kamu lupa suaraku?”
“Bukan lupa, takut salah kira aja kok.”
“Oh begitu, gimana kabarmu di sana?”
“Aku baik-baik saja, malah sebentar lagi akan pulang ke Indonesia.”
“Wah asyik dong bisa ketemuan.”
“Iya bisa, oh yah udah dulu yah, besok harus masuk pagi-pagi nih.”
“Met istirahat yah.”
Hati Dion senang karena kelihatannya Sarah tak marah padanya, karena suara Sarah masih sama seperti dulu, akrab dan menyenangkan, semoga ini pertanda baik buatku.

**
Hubungan Jingga dan Dion berakhir sudah, setelah Jingga memutuskannya, bagi Dion itu bukan lagi masalah penting, karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan Sarah, cewek yang begitu baik padanya. Selama penantian ini, Dion mempersiapkan segala sesuatunya, berharap Sarah akan luluh dan menerima cintanya kembali, karena ternyata hanya Sarah yang paling mengerti dan memahami hatinya. Dion benar-benar sudah tak sabar menunggu Sarah kembali.

Seminggu kemudian
“Halo Dion.” sapa Sarah
“Halo juga Sarah.” jawab Dion
“Aku sudah kembali nih, maaf gak kasih tahu tadi siang.”
“Kok gak kasih tahu tadi, aku kan bisa jemput kamu.”
“Gak papa kok, yang penting kamu sekarang sudah tahu aku sudah ada di sini lagi.”
“Iya benar juga hehehehe, oh yah besok ketemuan yah di tempat biasanya, ada kejutan buat kamu.”
“Oh, bolehlah, kok pakai kejutan segala sih Dion?”
“Yah anggap saja sambutan atas kepulanganmu kembali.”
“Makasih Dion, tapi gak usah sampai segitunya.”
“Gak papa, Sar, besok jangan lupa jam 7 malam di tempat favorite kita dulu yah.”
“Baiklah Dion.”

Dion yang sungguh tak menduga kalo Sarah sudah kembali, segera menghubungi si pemilik cafe untuk mempersiapkan segala sesuatu, Dion benar-benar ingin merebut kembali hati Sarah, dan berharap kejutan yang dibuatnya benar-benar akan membuat Sarah kembali padanya.

Segala sesuatu telah dipersiapkan dengan baik, bahkan Dion telah mempersiapkan sebuah hadiah kecil khusus untuk Sarah. Waktu pertemuan hampir tiba, Dion benar-benar cemas menunggu kedatangan Sarah, setiap detik terasa begitu berat, seolah waktu berhenti seketika, Tepat jam 7 malam sebuah sedan merah berhenti di depan cafe, sesosok gadis anggun turun, Dion segera menyambut di depan pintu, sungguh tak percaya dengan apa yang dilihatnya, Sara begitu berubah dan terlihat dewasa dan sangat menarik, untuk sesaat Dion hanya terdiam terpaku tak bisa berkata-kata
“Hai Dion, lama tak jumpa.” sapa Sarah
“Hai Sarah, aku hampir tak percaya itu adalah kamu.”
“Ah kamu bisa aja Dion, hm…terima kasih atas sambutannya.”
“Silahkan masuk, dan itu tempat duduk untuk kita.” sahut Dion sambil berjalan menuju tempat duduk yang telah dipersiapkan.
Tak lama kemudian pelayan keluar sambil membawakan 2 gelas anggur merah dan seorang pemain biola muncul sambil membawakan lagu kesukaan Sarah, Sarah benar-benar terkesan dengan semua itu. Tak lama kemudian Dion mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku bajunya dan menunduk di hadapan Sarah sambil berkata
“Sarah, maafkan aku yang telah menyakiti hatimu, maukah kau menerimaku kembali”
“Oh Dion, aku benar-benar tak menyangka kejutanmu benar-benar luar biasa, aku benar-benar sangat menghargainya.” sahut Sarah sambil tersenyum manis
“Sarah, maukah kau bersama denganku lagi?” tanya Dion untuk kedua kalinya
“Dion, aku juga punya kejutan untukmu, tunggu di sini sebentar yah.” Setelah itu Sarahpun keluar meninggalkan Dion sebentar. Tak lama kemudian Sarah masuk bersama seorang lelaki. Dion tak percaya dengan apa yang dilihatnya
“Dion, kenalkan ini Smith. ” Sahut Sarah sambil menujuk ke Smith
“Hai Dion, nice to meet You.” sahut Smith
“Hai juga Smith.” sahut Dion dengan terbata-bata
“Dion, Smith ini adalah lelaki yang mengobati lukaku sejak kau tinggal pergi, maafkan aku tak bisa menerimamu kembali, karena bagiku kisah kita telah usai, kalaupun aku bisa ramah padamu itu semua karena Smith mengajarkanku untuk tak mengingat-ingat kesalahan orang, makanya aku tetap bisa bersikap baik padamu.”
“Sarah……” panggil Dion dengan suara tersendat
“Ya Dion, aku senang dengan sambutanmu, tapi aku hanya bisa menjadi sahabat untukmu, kuharap kau bisa mengerti.”

Dion melangkah pergi dengan hati sedih, tak disangka kisahnya dengan Sarah benar-benar harus berakhir, sementara aku yang melihat kejadian ini tak bisa berbuat apa-apa, selain berharap Dion bisa berubah dan tak lagi berbuat seperti ini. Ini pukulan berat buat Dion, karena tak bisa mendapatkan Jingga yang lebih memilih Dewa dan juga Sarah yang hanya bisa menerimanya kembali sebagai sahabat.

Semoga kisah ini bisa menjadi pelajaran penting untuk kita semua agar tidak melakukan kesalahan yang sama seperti yang dilakukan oleh Dion

tamat.


Tertarik dengan artikel Antara Dion, Sarah dan Jingga part V (tamat)? Sempatkan waktu Anda untuk berlangganan via e-mail dan menerima update tentang artikel menarik lainnya :

Privasi dijamin. E-mail Anda tidak akan dipublish.

Baca juga artikel lainnya :
| Rating : 4 You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Seluruh materi dari Antara Dion, Sarah dan Jingga part V (tamat) boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk menjadi berkat bagi semua orang, dengan syarat mencantumkan sumbernya (www.kerangrebus.com). Terimakasih.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More