Tes keperawanan untuk siswi baru

back-to-school1@edreformer.com

Baru-baru ini aku membaca di berita bahwa ada usul bahwa salah satu syarat bagi wanita untuk bisa masuk jalur pendidik adalah dengan mengikuti tes keperawanan.

Jujur saja, miris mendengarnya dan kesannya tidak manusiawi banget, karena tidak semua wanita kehilangan keperawanan akibat melakukan hubungan sex atas dasar suka sama suka.

Bagaimana dengan gadis yang kehilangan keperawanan karena diperkosa, sakit, jatuh atau emang sejak lahir tak dilengkapi dengan selaput darah, apakah mereka juga ikutan dihukum tidak diterima……???? itulah yang aku maksud dengan miris.

Jika wacananya adalah konseling, ada kok nama yang lebih baik, yaitu konseling kesehatan mental. Dimana yang mengikuti konseling adalah setiap siswa (baik cowok dan cewek) yang mendaftar di sekolah. Selain terdengar lebih profesional, juga tak memiliki deskrminasi tertentu.

Selain itu tindakan kekerasan seksual, traumanya tidak hanya dialami oleh korban, kadang pelaku sendiri adalah orang yang pernah mendapat perlakuan yang sama, jika demikian, pihak yang mendapat pertolongan adalah keduanya baik pelaku maupun korban, sehingga tidak terjadi trauma dan tindakan balas dendam dikemudian hari.

Jadi sebelum mengusulkan atau mengajukan sesuatu lebih baik dipertimbangkan secara matang dan lebih memperhatikan kondisi yang terjadi di dalam masyarat sehingga tidak ada kesan deskriminasi.

Tertarik dengan artikel Tes keperawanan untuk siswi baru? Sempatkan waktu Anda untuk berlangganan via e-mail dan menerima update tentang artikel menarik lainnya :

Privasi dijamin. E-mail Anda tidak akan dipublish.

Baca juga artikel lainnya :
| Rating : 3 You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Seluruh materi dari Tes keperawanan untuk siswi baru boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk menjadi berkat bagi semua orang, dengan syarat mencantumkan sumbernya (www.kerangrebus.com). Terimakasih.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More