Albedio….irama hati yang berdenting

surga@kadohaji.com

the piano playerSosokmu yang pendiam dan terkesan menyendiri kadang membuat orang menilai kau begitu tertutup dan susah untuk didekati, apalagi kau termasuk orang yang terkesan memiliki labirin pelindung, yang walau terlihat tetapi sukar dijangkau.
Hm…. unpredictable person.

“Dan ketika kubiarkan hari berlalu melewati setiap helaan nafasku yang terus berhembus
Ku ucapkan kata-kata cinta yang tak terbilang karena itulah perasaan yang mengalir
Terkadang ku hanya terdiam menikmati setiap bunyi yang merdu yang entah dari mana datangnya
Dan kuciptakan kembali dalam nada yang bisa kunikmati dan kubagikan.”

Itulah lagu yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi cafe dengan suaranya yang merdu dan melengking, dan yang membuatku sungguh tak percaya ada dia di sana yang mengiringi dengan permainan pianonya yang begitu indah, yang belum pernah kudengar sebelumnya, aku tak percaya dengan penglihatanku, kuusapkan mataku beberapa kali, tetapi tetap saja bayangnya itu yang ada di depanku. Benar-benar unpredictable person.

Di kampus, kubertemu dengannya yang sedang asyik membaca sebuah buku komik, saking asyiknya dia tak memperhatikan orang-orang yang lewat di depannya dan memang seperti itulah sikap yang diperlihatkannya selama ini. Namun penilaianku berubah semenjak melihat performanya malam itu. Karena dibalik sikapnya yang dingin dan menyendiri, dia memiliki sesuatu yang luar biasa, yang membuatnya terlihat cemerlang dan berbeda. Penasaran, jadi ingin lebih banyak tahu tentang dia.

Albedio…nama yang tak biasa namun begitu enak didengar, seenak saat dia mulai memainkan nada-nada indah dengan pianonya di malam saat perayaan malam perpisahaan kelulusan sekolah, tak kusangka malam ini bisa menikmati permainannya, dan bisa melihatnya dengan begitu jelas. Bahkan irama lagunya makin syahdu dan terdengar indah justru saat memejamkan mata, seolah ikut hanyut dalam kisah dan cerita lagu yang dibawakan. Setiap dentingan mengandung pesan dan makna yang berbeda dan aku terus larut dalamnya, sampai-sampai tak sadar aku telah berada di suatu tempat yang tak pernah ku ketahui sebelumnya.

Tempat itu begitu indah dan belum pernah kutemukan tempat seindah itu, dimana setiap pohon mengeluarkan buahnya yang siap untuk dimakan, belum lagi bunga-bunga yang bermekaran dengan wanginya yang membuai kalbu. Dan ah, ada peri lucu seukuran kupu-kupu yang berlompatan dari satu kelopak bunga ke kelopak bunga yang lainnya.

Sementara di sudut lainnya nampak anak-anak kecil berlarian kian kemari dengan gembiranya, burung-burung bersiul dengan merdunya mengiringi setiap liukan dedaunan. Tempat apakah ini….???

Belum sempat aku mengetahui nama tempat itu, aku telah terjaga dari lamunanku bersama dengan berakhirnya permainan piano Albedio.

Ah ternyata musik yang dimainkan Albedio yang telah membuat anganku melayang menuju tempat terindah yang tak terusik oleh apapun, dan aku berharap akan ke sana lagi nanti.

“Albedio…” panggilku
“Ya ” jawab Albedio
“Mainkan aku sebuah lagu lagu.”
“Baiklah, maunya lagu apa?”
“Lagu apa saja, karena aku suka permainanmu.”
“Baiklah.”

Albedio kembali memainkan sebuah lagu, kali ini lebih lembut dan lebih indah dari sebelumnya, dan aku kembali masuk ke dunia imajinasiku, dan berharap aku tak akan pulang lagi, karena aku sangat suka berada di tempat itu.

Albedio…

Tertarik dengan artikel Albedio….irama hati yang berdenting? Sempatkan waktu Anda untuk berlangganan via e-mail dan menerima update tentang artikel menarik lainnya :

Privasi dijamin. E-mail Anda tidak akan dipublish.

Baca juga artikel lainnya :
Kata kunci untuk artikel ini ยป kartun jepang sedih | Rating : 3 You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Seluruh materi dari Albedio….irama hati yang berdenting boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk menjadi berkat bagi semua orang, dengan syarat mencantumkan sumbernya (www.kerangrebus.com). Terimakasih.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More