Esok…. mentari masih bersinar

hutan-gugur-01@andimanwno.wordpress.com

Ada sebuah hutan yang banyak didiami oleh hewan-hewan yang satu dengan yang lainnya tidak saling memangsa, karena memang di hutan tersebut makanan tersedia dengan sangat melimpah, pohon-pohon buahnya tak pernah berhenti berbuah, atau bisa dikatakan soal makanan hutan ini tak pernah kekurangan. suatu tempat yang benar-benar menjadi surga buat para hewan.

Hingga pada suatu hari datanglah pemburu ke hutan tersebut.
Hutan yang tadinya aman dan nyaman berubah menjadi hutan yang penuh kekalutan karena selalu terdengar letusan senapan dari moncong senjata sang pemburu. Hewan-hewan berlarian berusaha menyelamatkan diri. Dan kelihatannya pemburu sangat menikmati kekacauan yang diciptakannya, sehingga sesekali dia tersenyum sambil membayangkan banyaknya hasil buruan hari ini.

Seekor kelinci betina dan beberapa ekor anaknya melompat dengan gembira, sambil sesekali bercanda dengan asyiknya, kelinci-kelinci tersebut tak menyadari sedang diintai oleh sang pemburu yang sedang kesal karena beberapa kali tembakannya meleset.
Tiba-tiba…Door….. sebuah peluru terlontar mengenai induk kelinci, anak-anak kelinci berlarian mencari perlindungan, sementara sang pemburu tersenyum puas karena akhirnya bisa membawa pulang hasil buruannya.

Anak-anak kelinci tadi berlarian mencari persembunyian di balik pohon besar. Mereka sangat sedih karena harus melihat induknya mati ditangan pemburu.
“Mengapa harus ibu yang menjadi korban?” tanya kelinci 1
“Tanpa ibu mau jadi apa hidup kita” keluh kelinci 2 sambil menangis
“Aku sendiri tak tahu harus bagaimana, tapi kita harus kuat adik-adikku.” Sahut kelinci 3
Sementara itu datang tupai, kucing hutan, kodok, monyet, ayam hutan menghampiri ketiga ekor anak kelinci itu.
“Manusia memang kejam selalu membuat hewan-hewan di sini kehilangan keluarganya.”geram kucing hutan
“Lihat ulah manusia ini, anak-anak kelinci yang masih kecil begini harus hidup sendirian.” Sahut Tupai tak kalah marahnya
“Iya….kami jadi kesepian dan tak tahu harus bagaimana menghadapi hidup ini.” Sahut ketiga anak kelinci hampir berbarengan
“Jangan kuatir, kelinci-kelinci kecil, masih ada kita-kita yang mau menemani dan menjaga kalian.”Jawab kodok sambil diikuti anggukkan kepala hewan lainnya.

Suasana hening sejenak, setiap hewan tenggelam dalam pemikirannya, memikirkan ulah pemburu, keamanan hutan dan kelangsungan hidup hewan-hewan lain yang telah ditinggal induknya.
“Semoga tak terjadi lagi hal menyedihkan seperti ini.” harap kodok
“iya kamu benar dok, menyedihkan melihat hal-hal buruk ini.” sambung ayam hutan
“Mari kita berdoa mohon perlindungan dan kemurahan Tuhan untuk hutan tempat kita tinggal ini.” ajak Tupai
“Ya, kamu benar Pai, hanya Tuhan yang bisa menjaga dan mengubah tabiat buruk manusia.” sahut kodok
“Buat anak-anak kelinci, kami memang bukan kelinci tetapi kami bisa menjaga dan melindungi kalian sampai kalian mampu hidup sendiri.” sahut ayam hutan sambil memandang ke arah hewan lainnya.
“Memang saat ini kita sedang bersedih karena kehilangan, tetapi ingat masih ada hari esok yang lebih baik dari sekarang, karena kita masih punya cinta.” Sahut monyet sambil memeluk ketiga anak kelinci itu. Dan ketiga anak kelinci tersebut merasakan yang namanya kasih sayang dan perlindungan walau tidak dari spesiesnya. Inilah keindahan hutan tempat mereka bertempat tinggal

Ah andai di dunia ini semua manusia bisa berbuat seperti cerita di atas, aku yakin yang namanya kedamaian, cinta dan persaudaraan yang tulus akan selalu ada dan membuat dunia ini seperti di surga

Tertarik dengan artikel Esok…. mentari masih bersinar? Sempatkan waktu Anda untuk berlangganan via e-mail dan menerima update tentang artikel menarik lainnya :

Privasi dijamin. E-mail Anda tidak akan dipublish.

Baca juga artikel lainnya :
| Rating : 4 You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Seluruh materi dari Esok…. mentari masih bersinar boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk menjadi berkat bagi semua orang, dengan syarat mencantumkan sumbernya (www.kerangrebus.com). Terimakasih.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More