Menikah….

Apa yang aku tulis ini semua adalah berdasarkan apa yang aku amati dan aku dengar sendiri, karena itulah aku ingin berbagi dengan para pembaca masalah ini, agar kelak bisa menjadi pertimbangan yang matang sebelum mengambil keputusan.

Menikah bukanlah sebuah solusi untuk mengatasi kesendirian, karena menikah adalah sebuah awal kehidupan bersama, dimana seorang lelaki bersatu dengan seorang wanita dan mengikat janji untuk sehidup, semati. Seorang lelaki dan seorang wanita jelas memiliki banyak sekali perbedaan yang jika tidak bisa diselaraskan (bukan dihilangkan) maka bisa menjadi kerikil-kerikil atau bahkan batu karang yang bisa menenggelamkan bahtera rumah tangga. Karena itulah yang namanya kematangan dan kedewasaan sebelum menikah sangatlah penting.

Jangan menikah karena umur, jangan menikah karena terpaksa, jangan menikah karena omongan orang, jangan menikah untuk menutupi kesepian, jangan menikah untuk alasan-alasan yang tidak terlalu kuat. Tetapi menikahlah karena memang telah matang dan telah siap untuk menikah. Karena dalam sebuah rumah tangga ada banyak perasaan yang harus dijaga, perasaan pasangan, mertua, ipar, anak, dll. Berbeda dengan ketika masih bujang.

Mengapa kedewasaan dan kematangan sangat penting dalam pernikahan adalah karena begitu banyak persoalan yang jauh lebih kompleks dalam sebuah pernikahan, antara lain soal pendapatan, soal pendidikan anak, soal tempat tinggal, dll. Belum lagi soal mental yang harus siap mengurus keluarga (sebenarnya tidak rumit tetapi juga tidak mudah). Menyatunya dua orang yang berbeda latar belakang, sifat dan karakter merupakan hal yang tak kalah kompleksnya. Dan jika hal itu tidak disikapi dengan baik, maka yang terjadi adalah ketidak pengertian (salah paham), egoisme yang pada akhirnya bisa berakhir pada perpisahan (alasannya tak ada kecocokan, dll).

Dalam pernikahan porsi kesenangan pribadi harus bisa dibatasi dalam hal ini kita sudah tidak bebas lagi seperti dulu, alias kalau kita mau melakukan sesuatu kita harus meminta pertimbangan pasangan kita, kita harus menghargai perasaan pasangan kita, kita tidak bisa hanya memikirkan perasaan kita saja (harus ada toleransi dan saling pengertian). Beda saat masih bujang, apa-apa bisa kita putuskan sendiri.

Karena itulah sebelum memutuskan menikah, persiapkanlah segala sesuatu secara matang (jasmani dan rohani).

Tertarik dengan artikel Menikah….? Sempatkan waktu Anda untuk berlangganan via e-mail dan menerima update tentang artikel menarik lainnya :

Privasi dijamin. E-mail Anda tidak akan dipublish.

Baca juga artikel lainnya :
Kata kunci untuk artikel ini ยป menikah | Rating : 5 You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Seluruh materi dari Menikah…. boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk menjadi berkat bagi semua orang, dengan syarat mencantumkan sumbernya (www.kerangrebus.com). Terimakasih.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More