Violita

girl_walking_in_the_hazy_light

Merdu suara yang keluar dari gesekan dawai biola begitu menyentuh kalbu. Setiap orang yang mendengarkannya terhanyut dalam lagu yang dimainkannya.

Denga gayanya yang anggun dan menawan, irama gesekan biola terus diperdengarkannya. Matanya terpejam mengikuti irama gesekan, seolah dia menyatu dengan biola yang dimainkan.

Melodi cinta membahana memenuhi setiap sudut ruangan tempat pesta pernikahan itu berlansung. Para undangan yang tadinya sedang sibuk menyantap hidangan, menghentikan sejenak kegiatannya demi menikmati irama biola tersebut.

Syahdu….
Menggugah….
Indah…..

Itulah yang aku rasakan saat mendengarkan permainan biolanya. Tak disangka dia yang dulunya tomboy, nakal, tak ada kesan feminimnya sama sekali, hari ini tampak sungguh mempesona, anggun, indah, benar-benar di luar dugaanku.

Violita…..
Sesuai nama dan hobinya sekarang.

Sebutir air mata kulihat menetes di mata indahnya, ketika dia mulai mengakhiri permainan indahnya, tak biasanya dia seperti itu, ingin rasanya aku menyapa dan menanyakan hal itu, tetapi aku tahu siapa Violita.

Jauh di lubuk hatinya Violita menangis karena pengantin pria yang kini sedang duduk bersanding adalah cinta masa kecilnya. Pria itu tidak lagi mengenal Violita karena memang Violita telah banyak berubah.

Dengan langkah berat dan tertatih Violita menghampiri sepasang pengantin tersebut, menyalami mereka dan membisik ke teling sang mempelai wanita.
“Dua cincin jerami masih tersimpan tapi sayang kau tak ingat itu lagi.”
Mempelai pria kaget dengan apa yang baru didengarnya, seketika itu juga memori masa lalunya kembali.

Dulu dia pernah berjanji pada seorang gadis tomboy tetangganya bahwa selama cincin jerami itu masih tersimpan baik, maka mereka pasti akan bertemu untuk mengantikannya dengan cincin pernikahan, janji anak-anak di masa anak-anak.

Tapi sebenarnya Violita juga tak menyadari bahwa selama ini sang mempelai pria telah berusaha mencarinya dan menyangka yang sekarang bersanding dengannya adalah cinta masa lalunya, hanya karena menemukan selembar kertas yang terjatuh dari tasnya yang bercerita tentang 2 cincin jerami.

Kini semua sudah terlambat, cinta masa kecil hanyalah menjadi cinta masa kecil yang tersimpan indah bersama berlalunya masa kecil.

Dengan pandangan sayu, mempelai pria menatap punggu Violita yang semakin nampak menjauh dari pandangannya.

Tertarik dengan artikel Violita? Sempatkan waktu Anda untuk berlangganan via e-mail dan menerima update tentang artikel menarik lainnya :

Privasi dijamin. E-mail Anda tidak akan dipublish.

Baca juga artikel lainnya :
| Rating : 5 You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Seluruh materi dari Violita boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk menjadi berkat bagi semua orang, dengan syarat mencantumkan sumbernya (www.kerangrebus.com). Terimakasih.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More