Merantai Hati

Merantai hati

Dalam temaram malam kulukiskan wajahmu yang selalu tersenyum manis padaku, dan aku tak bisa sejenak menepis pesona indah yang menari-nari dalam kepalaku, karena bagiku itulah semangat aku untuk selalu bangkit saat kuterpuruk dalam sepi yang begitu menggoda bahkan membuatku hampir terhempas tanpa adanya pegangan kuat untuk kubertahan. Tetapi kau selalu ada dan ada untukku.

Felly kembali membaca tulisan yang baru dibuatnya tadi, memang sejak dia memegang jabatan sebagai pengurus mading (majalah dinding) di sekolahnya, mau tak mau dia harus selalu bisa menciptakan karya tulis, agar mading yang dipegangnya selalu update dan menjadi sarana hiburan bagi yang membacanya.

Jika saja hari itu Felly tidak sedang bermasalah mungkin menciptakan karya tulis yang indah bukanlah hal yang sulit, tapi sekarang ide sepertinya buntu, gak ada yang bisa dijadikan bahan tulisan, semua hilang begitu saja seperti memory komputer yang diformat, padahal dateline hampir tiba, Felly bingung harus bagaimana sedangkan tim yang lainpun mengalami hal yang sama, kadang felly berfikir dia seperti bekerja seorang diri saja, yang lainnya tak bisa diandalkan sama sekali.

Tapi semuanya berubah sejak kehadiran Ray murid pindahan dari luar kota.

Perkenalan mereka terjadi secara tak sengaja, waktu itu Felly terburu-buru masuk ke kelas membawa setumpuk kertas warna-warni yang biasanya digunakan untuk mading, dan akibatnya dia menabrak Ray, kertas yang dibawanya berserakan di lantai, Ray membantu memungutnya dan tak sengaja Ray membaca beberapa tulisan di kertas tersebut dan tertarik, dan kemudian Ray menawarkan diri ikut mengelola Mading, terang saja Felly senang karena memang dia membutuhkan tambahan tenaga, sudah ditawarkan ke beberapa teman tetapi tak ada yang bersedia. Felly memang sudah mendengar kabar tentang Ray, hanya saja belum sempat berkenalan dan kejadian tabrakan itu menjadi awal perkenalan mereka sekaligus awal kerjasama mereka.

Masa-masa kerjasama dengan Ray begitu menyenangkan bagi Felly dan tanpa Felly sadari sosok Ray telah mampu mengobati kepedihan yang dirasakan Felly beberapa waktu lalu.

Ray mampu membuat suasana menyenangkan, sehingga saat-saat bersama ray adalah saat-saat yang sangat menyenangkan, kerjaan Mading yang begitu banyakpun jadi sangat menyenangkan. Felly kagum dengan beberapa tulisan Ray begitu dalam dan menyentuh perasaan terutama jika yang membaca adalah cewek.

Bagi Felly Ray seperti sebuah hadiah istimewa bagi hatinya yang luka dan partner yang mengasyikkan, apalagi setelah beberapa waktu bersama, Ray menyatakan cinta dengan cara yang romantis, yang tak terbayangkan, karena Ray membuat sebuah puisi istimewa untuk Felly dan hanya mereka berdua yang tahu kepada siapa puisi itu dibuat, sementara yang lainnya sangat menikmati keindahan puisi tersebut tanpa tahu untuk siapa.

Ray telah merantai hati Felly dengan cinta yang seperti Felly impikan.


Tertarik dengan artikel Merantai Hati? Sempatkan waktu Anda untuk berlangganan via e-mail dan menerima update tentang artikel menarik lainnya :

Privasi dijamin. E-mail Anda tidak akan dipublish.

Baca juga artikel lainnya :
| Rating : 5 You can leave a response, or trackback from your own site.

One Response to “Merantai Hati”

Leave a Reply

Seluruh materi dari Merantai Hati boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk menjadi berkat bagi semua orang, dengan syarat mencantumkan sumbernya (www.kerangrebus.com). Terimakasih.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More