Mengapa manyun?

ekspresi

Ada bermacam-macam ekspresi wajah manusia di dunia ini, sebagaimana Tuhan telah menciptakan manusia dengan berbagai macam bentuk wajah, juga dengan berbagai macam ekspresi sebagai aplikasi pelengkapnya. Tentu ada maksudnya manusia diberikan ekspresi, misalnya menunjukkan suasana hati, menunjukkan wibawa, menunjukkan apa yang kita inginkan, bahkan ada yang secara default orang yang memiliki wajah dengan ekspresi tertentu. Orang bisa dianggap lucu, aneh atau jelek jika dalam kondisi normal wajahnya masih juga memperlihatkan ekspresi default nya. Aku ingin bercerita tentang temanku saat difoto. Di FB, ada temannya yang berkomentar kayak gini :

“Mari lucu.. ^^
Tapi yang di sebelahnya kok diajak foto malah manyun ya??? hehe”

Lalu temenku itu membalas gini :

“bkn ny manyun ==’ struktur wajah w kyk bgtw!! mank mulut gw kyk bgno klo d foto ga fotogenik… ckckck…”

Aku cuma ketawa aja melihat mereka saling membalas komentar. Kalau diperhatikan, mukanya temanku ini memang manyun secara default Mengapa manyun? Mau tau seperti apa? Inilah dia :

Mengapa manyun?

Credit to Marin and Lisa (manyun)

Hahahaha, memang susah membedakan kalau sedang manyun beneran dengan manyun default yang aslinya lagi ketawa. Tapi begitulah adanya. Udah jangan diketawain, tar orangnya marah lho.

Manyun, entah darimana asal istilah itu. Yang kutahu sih bahasa Jawanya ‘mrengut’, dimana bibir kita menurun berbentuk cembung keatas (silahkan diperagakan sendiri ya). Berikut ini adalah penyebab orang menjadi manyun :

  1. Merasa kurang senang dengan sesuatu.
    Misalnya saat melihat orang yang tidak disukai sedang lewat atau melihat suatu barang yang tidak disukai berada dalam lingkungannya. Kita bisa mengambil contoh dengan menemui orang yang tidak menyukai kita, misalnya mantan pacar atau guru killer saat masih sekolah dulu (kalau ada). Perhatikan mukanya, pasti manyun.
  2. Sedang berada dalam masalah.
    Masalah memang selalu terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Hanya saja tinggal bagaimana kita menyikapinya. Disaat kita tidak dapat menyikapinya dengan tenang dan bahkan selalu terpikir sampai berlarut-larut, itu dapat membuat muka kita kelihatan manyun. Yang seperti ini biasanya tipe orang yang tidak bisa menyembunyikan malasah yang terjadi pada dirinya sehingga orang bisa tahu hanya dengan melihat raut wajahnya.
  3. Kekecewaan.
    Saat sedang memperoleh sesuatu dan apa yang didapat tidak sesuai dengan harapan, maka orang akan kecewa dan mukanya akan mengerut dan bibirnya akan turun kebawah sehingga jadilah manyun. Kecewa juga bisa karena dikhianati atau diputus pacar, tidak mencapai target, atau gagal melakukan sesuatu. Itu juga bisa bikin manyun.
  4. Kesedihan.
    Orang yang sedang sedih jika tidak ingin menangis akan berusaha menahan agar tidak menangis. Upaya untuk menahan tangis itu juga bisa membuat manyun.
  5. Faktor keturunan.
    Kalau yang ini sudah jelas orang itu memiliki ekspresi default manyun. Dia akan kelihatan manyun walaupun sedang senang atau tertawa, bahkan pas lagi tidur. Orang manyun dari keturunan biasanya memiliki tulang rahang yang lebih menjorok ke depan, ditambah dengan bentuk wajah yang memanjang vertikal. Itu yang menyebabkan orang kelihatan manyun.
  6. Suka mengejek orang manyun.
    Orang yang suka mengejek orang manyun dengan memanyun-manyunkan mukanya itu tar lama-lama bisa jadi ikutan manyun dengan sendirinya. Suka manyun-manyunin muka tar ga bisa balik lagi seperti semula XD Mengapa manyun?

Pada dasarnya, semua yang diciptakan Tuhan itu adalah baik. Begitu juga dengan manyun, ekspresi atau orangnya. Jadi manyun bukan berarti jelek atau aneh. Justru itu adalah anugerah. Karena itu jangan minder buat siapapun yang mukanya manyun. Tuhan memiliki rencana tersendiri bagi setiap manusia, tidak peduli orang itu jelek, ganteng atau manyun sekalipun. Semuanya indah pada waktunya. Terus terang saja, aku juga termasuk berwajah manyun, tapi itu tidak membuatku patah semangat dan aku akan selalu berjuang untuk hidup yang lebih baik. Walaupn manyun, justru aku malah punya banyak sekali teman-teman yang menyukaiku. Jadi tetaplah semangat. HIDUP MANYUN!!!

Tertarik dengan artikel Mengapa manyun?? Sempatkan waktu Anda untuk berlangganan via e-mail dan menerima update tentang artikel menarik lainnya :

Privasi dijamin. E-mail Anda tidak akan dipublish.

Baca juga artikel lainnya :
Kata kunci untuk artikel ini ยป manyun, arti manyun, manyun adalah, arti kata manyun, ekspresi wajah, macam-macam ekspresi wajah dan maknanya, maksud kata manyun, manyum arti nya, manyun apa artiny, muka manyun artinya, poto kumpulan manyun manyun, status fb bikin manyun :(, apa artinya manyun, macam-macam ekspresi wajah dan artinya, macam macam bentuk bibir, apa penyebab bibir manyun, arti kata dari kata manyun, artinya manyun, berbagai macam bentuk ekspresi, contoh ekspresi wajah, kata kata lucu tentang hidup manyun, Kata kata manyun buat foto, macam bentuk bibir, tips agar bibir tidak manyun | Rating : 5 You can leave a response, or trackback from your own site.

7 Responses to “Mengapa manyun?”

  1. Diary Osi says:

    hadir di sini dgn di iringi senyum bkn manyuuunnn lho :) heheheheeee :D

    • Inyun says:

      Wah, makasih atas kedatangannya Mbak Osi. Silahkan membaca2 artikel disini. Walaupun yang nulis manyun, tapi isinya ga bikin manyun :)

  2. [...] putih. Apalagi kalau aku mulai bercermin, aku suka menggerutu terhadap diri, kenapa wajahku terlalu manyun, coba kalau wajahku mirip si A, pasti cantik deh, kenapa rambutku tipis, ikal lagi, coba kalau [...]

  3. marin says:

    eswete kokooo!!
    yg beginian dimasukin jg ke blog wkwkw XDD
    ngakak lg ak bacanya
    buset dahh
    si lisa tau ga tuh pto dia dipampang di blog kk? huahahaha

  4. marin says:

    ada alasannya jg lagi mengapa manyunn wuahahaha XD
    kalo si lisa sih kyknya yg no.5 yah!! XDDDDDDDDD

  5. jual parfum says:

    manyun tuh cembetut yha??

Leave a Reply

 
Seluruh materi dari Mengapa manyun? boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk menjadi berkat bagi semua orang, dengan syarat mencantumkan sumbernya (www.kerangrebus.com). Terimakasih.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More