Tiara

little angel

Kaki kecil itu berlari dengan lincah menelusuri jalan setapak yang menuju ke halaman rumahnya. Sesekali dipetiknya bunga rumput yang ditemuinya di sepanjang perjalanan, tanpa disadari bunga yang dipetiknya telah memenuhi genggaman tangannya.

Dengan wajah ceria dia menghampiriku sambil menyerahkan segenggam bunga rumput padaku katanya “Ma, ini untukmu, tadi Tiara ambil saat mau pulang ke rumah.”
“Terima kasih sayangku, bunga-bunga ini sungguh cantik sekali.” jawabku sambil memberikan kecupan hangat di keningnya.
Memang sejak ayahnya pergi 1 tahun lalu akibat kecelakaan lalu-lintas, Tiara dan aku mengalami banyak hal-hal yang tidak menyenangkan, karena kami selalu teringat dengan sosok lelaki yang penuh humoris dan memiliki pelukkan hangat, dan ketika sosok lelaki itu pergi seakan sebagian jiwa kamipun ikut pergi, untung saja hal ini tak berlangsung lama karena kami memutuskan untuk bangkit dan saling menguatkan satu sama lain, seperti hari ini.

Beruntung sekali aku memiliki anak seperti Tiara yang selalu bisa memberikan senyuman manis dan hangat setiap hari, hingga rasa capek setelah bekerja hilang semua dan yang tinggal adalah kebahagiaan dan kebahagiaan. Walau masih berumur 5 tahun, Tiara adalah anak yang mandiri dan dewasa untuk anak seusia dia. Dia sangat pengertian sehingga tidak banyak menuntut ini dan itu ketika anak-anak lain dibelikan mainan oleh orang tua mereka. Benar-benar beruntung aku memiliki buah cinta yang luar biasa ini dari lelaki yang luar biasa juga, suamiku dan ayah anakku.

Menghabiskan waktu bersama Tiara adalah hal berharga dalam hidupku, tak sedikitpun aku ingin melewati hari tanpa Tiara, seperti ikan tanpa air, burung tanpa udara, benar-benar tak bisa ku hidup jika tak ada Tiara di sisiku. Terkadang aku berfikir, apakah Tiara adalah seorang malaikat yang turun dalam rupa anak kecil yang begitu menyenangkan, seandainya Tiara bukan malaikat, dia tetap adalah malaikat di hidupku. Bersama Tiara hidupku seperti di Surga.

Mungkin tak ada yang menyangka bahwa Tiara memiliki suara yang lembut dan enak didengar. Aku sendiri heran darimana Tiara belajar menyanyi karena baik aku maupun mendiang suamiku, sama-sama tak paham soal seni apalagi menyanyi.

Tapi sayang hari-hariku bersama Tiara hilang sudah, karena beberapa hari yang lalu Tiara pulang ke Surga, sedih sekali hati ini, seolah ingin pergi bersama Tiara, tapi ada satu hal yang aku sendiri tak tahu sejak kapan hal itu terjadi, Tiara membawakan penggantinya buatku, katanya “Ma, saat Tiara pulang bermain, Tiara bertemu dengan teman Tiara ini, kasihan Ma, dia sudah tak memiliki ayah dan ibu, karena itulah Tiara membawanya pulang bersama Tiara, karena Tiara bilang padanya, Tiara punya malaikat yang siap menjaga dia juga, oh ya ma, kenalin namanya Mutia, kalau nama kita berdua digabung jadinya Mutiara.” Aku ingat jelas perkataan Tiara kala itu sambil diiringi senyum kedua anak itu.

“Ah Tiara, kamu benar-benar anak yang baik, bahkan sebelum pergipun kamu masih memikirkan aku, kamu benar-benar tak ingin aku, ibumu sendirian.” ujarku dalam hati, sambil menabur bunga di atas pusara Tiara, dan dengan senyum tipis kugenggam tangan Mutia, berdua kita melangkah meninggalkan pusara Tiara. Sementara itu dengan senyuman yang manis, Tiara memperhatikan mereka dari balik awan putih sambil berujar “Ma, aku sayang padamu.”

Tertarik dengan artikel Tiara? Sempatkan waktu Anda untuk berlangganan via e-mail dan menerima update tentang artikel menarik lainnya :

Privasi dijamin. E-mail Anda tidak akan dipublish.

Baca juga artikel lainnya :
| Rating : 4 You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Seluruh materi dari Tiara boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk menjadi berkat bagi semua orang, dengan syarat mencantumkan sumbernya (www.kerangrebus.com). Terimakasih.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More