Keyakinan Palsu

Waktu kemarin hari minggu membaca warta Gereja, ada satu artikel yang cukup menarik dengan judul “keyakinan Palsu” (False belief). Di situ ditulis soal mengapa orang-orang tidak bisa merasakan kebahagiaan, ada yang mengatakan karena kesepian, kegagalan, kebencian, perang dll. Sepintas pendapat itu memang logis tapi kurang tepat. menurut Anthont de Mello Sj. Penyebab ketidak bahagiaan adalah “KEYAKINAN PALSU YANG ADA DALAM PIKIRAN” Keyakinan ini dipegang oleh begitu banyak orang dan nampak begitu lumrah, sehingga tidak pernah dipersoalkan dan dikritisi. Keyakinan palsu bisa berakibat fatal karena akan menghancurkan pikiran dan cara pandang seseorang.

Berikut ini adalah bentuk-bentuk keyakinan palsu dan kritikan dari saya :
Orang atau kita berkeyakinan bahwa , kita tidak bisa bahagia bila belum memiliki hal-hal yang berharga (seperti penghasilan, PH, mobil mewah, dll)
Ketidak bahagiaan kita sebenarnya terjadi karena kita terlalu fokus pada apa yang tidak kita miliki, kita kurang bersyukur pada apa yang kita punya.
  1. Orang atau kita berkeyakinan bahwa kebahagiaan ada di masa depan. Ini tidak benar, kebahagiaan itu ada di saat ini, ditempat ini (kita beradasekarang) cuma kadang kita tak bisa merasakan karena terlalu fokus pada masalah, kesulitan, penderitaan, dll
  2. Orang atau kita berkeyakinan bahwa kebahagiaan akan datang apabila berhasil mengubah situasi termasuk orang-orang disekitar juga. Keyakinan ini tidak benar, justru kebahagiaan itu ada saat kita bisa menerima kondisi kita apa adanya juga orang-orang sekitar kita dengan tulus dan selalu bersyukur. Bila kita menghendaki perubahan maka diri kita sendiri yang terlebih dulu berubah.
  3. Orang atau kita berkeyakinan bahwa kita dapat berbahagia bila semua yang kita inginkan terpenuhi. Ini juga tidak benar karena bila semua keinginan kita dipenuhi kita akan menjadi manusia yang egois dan hanya memikirkan diri sendiri. Tuhan memang tidak memenuhi semua yang kita mau, namun semua yang kita butuhkan pasti akan terpenuhi sesuai kehendak-Nya.
Pengejaran akan pemuasan keinginan justru membawa kita dalam kegelisahan, frustasi, cemas, tegang, gelisah, dll.
Cara untuk membuat kita tidak terpenjara oleh keyakinan palsu
  1. Pahamilah bahwa keyakinan palsu itu salah
  2. Luangkan waktu untuk melihat segala sesuatu apa adanya bukan berdasarkan apa yang kita mau
  3. Bersyukurlah selalu dalam segala hal
  4. Menata kembali pola pikiran kita untuk fokus pada apa yang benar.
Meninggalkan dan menghilangkan keyakinan palsu merupakan kunci mewujudkan kebahagiaan anugerah Tuhan.
Taken from : Warta Gereja GKJ Kabluk Minggu 28 Juni 2009
ik@ve+1

Tertarik dengan artikel Keyakinan Palsu? Sempatkan waktu Anda untuk berlangganan via e-mail dan menerima update tentang artikel menarik lainnya :

Privasi dijamin. E-mail Anda tidak akan dipublish.

Baca juga artikel lainnya :
| Rating : 3 You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Seluruh materi dari Keyakinan Palsu boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk menjadi berkat bagi semua orang, dengan syarat mencantumkan sumbernya (www.kerangrebus.com). Terimakasih.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More