TERSIMPAN INDAH

Mungkin kamu tak pernah menyadari betapa berartinya dirimu dihatiku, walau hanya sekejap saja namun begitu kuat bayangmu mengikat kuat diriku. Semakin kuat aku berlari untuk melupakanmu, semakin kuat juga hatiku untuk terus mengukir dirimu. Namun semakin kuat aku mempertahankanmu, semakin terluka hatiku mencintaimu. Dan dalam keadaan ini, aku tenggelam dalam dilemma yang tak terselesaikan.

Itulah sepenggal surat yang ditulis Via buat Win. Bagi Via, Win begitu berarti dalam hatinya, walau Via tahu mencintai Win adalah hal tersulit yang pernah dia lakukan, namun Via, tak bisa memungkiri hatinya, bahwa dia begitu mencintai Win. Banyak teman-teman yang mengatakan Via gila, karena tenggelam dalam asa yang tak jelas, sejak menemukan Win kembali, setelah sekian tahun terpisah darinya. Namun Via tak peduli, karena saat ini yang ada dalam pikiran dan perasaannya adalah Win, Win dan Win. Apalagi Via tahu bahwa dulu Winpun memendam asa yang sama, yang dikira Via itu hanya perasaannya saja.
Pertemuan kembali dengan Win adalah hal yang tak pernah diduga sebelumnya, karena sebetulnya selama ini Via telah melakukan banyak cara untuk menemukan Win, namun Via tak berhasil, yang tak disangka justru Winlah yang menemukan Via, dan sejak itu komunikasi antara Via dan Win berjalan lancar. Win menceritakan semua hal tentang masa lalu mereka dan menyatakan isi hatinya yang telah lama dipendamnya karena sesuatu hal, Via pun menceritakan hal yang sama kepada Win, bahwa sesungguhnya Viapun memendam rasa yang sama yang terlalu malu untuk dinyatakan karena sesuatu hal juga. Seketika itu, keduanya diliputi kesedihan karena dulu kurang berani untuk menyatakan perasaan dan rasa terpendam itu, namun bagi Via hal tersebut gak menjadi soal, karena yang terpenting adalah sekarang Via tahu bahwa Win mencintai dan menyayanginya.
Hari-hari Via belakangan ini dipenuhi oleh perasaan berbunga-bunga yang tumbuh dengan suburnya, pesan-pesan singkat yang ditulis Win semakin menambah semerbak perasaan Via, suara mesra Win saat menelpon semakin membuat Via tenggelam dalam perasaan cintanya pada Win.
Sudah sejak lama Via menyukai Win, senyum Win, postur tubuh Win, kejahilan Win, dan semua yang ada pada Win membuat Via jatuh hati. Saat itu Via hanya mampu menatap win dari kejahuan karena Via menyadari ga mungkin bisa bersaing dengan bunga-bunga lain yang bertebaran di sekeliling Win. Sejak menginjak remaja Win tumbuh menjadi pria yang sangat dikagumi banyak wanita. Wanita yang memandangnya akan dengan mudah jatuh hati padanya, bukan karena ketampanannya saja namun karena Win memang memiliki kepribadian yang begitu mempesona. Pernah suatu hari Via memperhatikan Win sedang menolong seorang ibu hamil di dalam bus kota, saat itu Win mendapat tempat duduk, cukup nyaman, maklum perjalanan yang hendak dilakukan Win cukup jauh, namun belum berapa lama bus melaju, naik salah seorang ibu hamil, dengan ikhlas Win memberikan tempat duduknya, kejadian itu begitu membekas, membuat Via semakin kagum, untuk orang asing saja Win begitu perhatian apalagi untuk orang terdekatnya.
Bayangan kebersamaan mereka begitu membekas kuat dalam batin Via, apalagi Win mengatakan bahwa dalam hatinya Via tetap memiliki tempat yang sangat istimewa dan tak tergantikan dengan siapapun, Win pengen sekali melakukan hal tergila dalam pikirannya, namun Via melarang, bagi Via menunggu jauh lebih baik. Mungkin kedengarannya gila seolah Via tidak disukai oleh laki-laki lain, namun bukan itu permasalahannya, karena di sekitar Via banyak juga lelaki yang menyukainya, namun di hati Via, nama Win, wajah Win masih melekat kuat bagaikan benda dan bayangannya. Bagaimana mungkin Via bisa menyukai lelaki lain, bila di hatinya Cuma ada Win seorang.
Ingin rasanya Via teriak, ini tak adil, mengapa setelah sekian lama terpisah dan akhirnya berjumpa namun masih juga tak bisa bersatu, mengapa keadaan begitu kejam padanya, apakah tak layak Via mendapatkan lelaki yang dicintainya dulu, dan mengapa keadaan memisahkan dan mempertemukan mereka kembali.
Winpun merasakan hal yang sama, ingin rasanya Win berlari menggapai Via, namun rantai di kaki mengikat terlalu kuat, Win hanya bisa berkata sabar kepada Via, dan dengan helaan nafas panjang Via berkata kepada Win, akan sabar menunggu sampai gak kuat lagi menunggu.
Sampai kapan kedua pecinta ini bertahan, mampukan cinta mereka yang dulu menyatukan mereka lagi, akankah kali ini keadaan berpihak pada mereka, walaupun hanya sesaat saja?
Dengan kegalauan hati yang dalam, Win melipat kembali surat yang diterimanya dari Via, dan mencoba menghadirkan bayang-bayang kebersamaannya dengan Via dalam mimpi di malam yang sepi ini, dan berharap mala mini tidak cepat berlalu agar mimpinyapun tidak cepat berakhir.
Sekian

ik@ve+1

Tertarik dengan artikel TERSIMPAN INDAH? Sempatkan waktu Anda untuk berlangganan via e-mail dan menerima update tentang artikel menarik lainnya :

Privasi dijamin. E-mail Anda tidak akan dipublish.

Baca juga artikel lainnya :
| Rating : 5 You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Seluruh materi dari TERSIMPAN INDAH boleh dicopy, diperbanyak dan disebarluaskan untuk menjadi berkat bagi semua orang, dengan syarat mencantumkan sumbernya (www.kerangrebus.com). Terimakasih.
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More